Orang Terkaya RI Sakit Hati Mengenai Polemik KPAI

OLE777SPORTS - Sempat menjadi salah satu hal yang ramai dibahas dan menjadi polemik mengenai isu eksploitasi anak di audisi bulu tangkis yang digelar oleh PB Djarum. Dengan begitu sang pemiliki Grup Djarum buka suara.

Michael Bambang Hartono sebagai orang terkaya di Indonesia bercerita mengenai upayanya membina para calon atlet badminton selama 50 tahun disalah artinya begitu saja oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Saat dijumpai oleh OLE777SPORTS, Bambang yang sedang sibuk melatih 24 anak Indonesia untuk menjadi pemain bola standar Internasional. Demi mereka, bahkan Grup Djarum telah membeli klub bola di Italia.

"Semoga dengan membeli klub bola di Italia ini maka anak-anak Indonesia bisa menjadi pemain sepakbola yang tangguh. Asal tidak dikatakan lagi sebagai eksploitasi anak-anak oleh KPAI." kata Michael, saat dijumpai OLE777SPORTS, Kamis (24/10/2019) malam.

Michael Bambang tampaknya kecewa dengan pernyataan dari KPAI mengenai audisi bulu tangkis yang disebut sebagai eksploitasi anak. "Kalau memang mereka memang mengatakan begit silahkan saja, saya tidak mau bina lagi. PB Djarum sudah membina bulu tangkis selama 50 tahun, dari Tan Joe Hok, Lim Swie King dan sebagainya. Hasil yang kita lakukan telah mengharumkan nama bangsa dan pemerintahan Indonesia."

"Tetapi kemudian dikatakan bahwa kami melakukan eksploitasi anak. Gimana saya tidak sakit hati? 50 tahun loh, Anda digitukan. Saya tidak mengharapkan terima kasih, tapi malah dikatakan sebagai eksploitasi anak-anak."

"Padahal tidak satupun atlet binaan kami yang diperbolehkan merokok. Jika diketahuan merekok maka kami tidak akan segan untuk langsung memecatnya. Ini sudah ada dalam perjanjian. Ini saya kembalikan lagi saja kepada KPAI yang menyebut sebagai eksploitasi anak." kata Michael Hartono sambil menghela nafas.

Menurutnya lebih baik publik sendiri yang menilai apakah yang dilakukan oleh PB Djarum termasuk eksploitasi anak atau tidak.

"Ini yang saya khawatirkan mengenai sepakbola, padahal saya sudah berencana untuk kembangkan bridge tapi khawatir dinilai KPAI mengajarkan judi kepada anak-anak. Bisa mati aku aduh."

Baginya, memang pemikiran KPAI dan PB Djarum sudah tidak sejalan lagi dan susah untuk diajak bicara. Tapi ketika pihaknya ingin kembalikan audisi dan pembinaan kepada KPAI, justru malah kalang kabut.

"Saya mendirikan pendidikan dan binaan karena melihat banyak orang tua yang mengharapkan anaknya bisa menjadi salah satu pemain bulu tangkis yang bisa menghasilkan mulai dari segi keunangan dan mengharumkan nama bangsa. Tapi itu malah disalahkan, kalau itu yang dihendaki, ya sudah saya kembalikan." tutup Michael.

You might also like