Inilah Alasan Kenapa Manchester United Gagal Menang Melawan Sheffield United

OLE777SPORTS - Manchester United gagal untuk mendapatkan poin penuh saat melawan Sheffield United pada pertandingan ke-13 Liga Primer Inggris, Minggu (24/11/2019) di Bramall Lane. Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer harus puas dengan skor imbang 3-3 setelah sempat unggul dengan skor 3-2.

Pertandingan melawan Sheffield berjalan kurang bagus untuk United. Pada menit ke-19, gawang yang dijaga David de Gea mengalami kebobolan. Jhon Fleck menjadi pelakuknya, kemudian dia juga memberi assist utnuk gol LYs Mousset pada menit ke-52.

Setan Merah kemudian bangkit dan mencetak 3 gol secara beruntun dalam 7 menit saja. Di mulai dari gol Brandon Williams pada menit ke-72, United unggul menjadi 3-2 melalui gol tambahan dari Mason Greenwoord pada menit ke-77 dan Marcus Rashford pada menit ke-79.

Sesungguhnya kemenangan sudah depan mata bagi United. Namun pada menit ke-90, Oliver McBurnie membobol gawang David de Gea. Sheffield meraih satu poin saat menjamu United.

Memilih Pemain

Ole Gunanr Solskjaer tidak memainkan pemain-pemain terbaiknya saat bertanding melawan Sheffield United. Scott McTominay sedang mengalami cedera. Padahal, pemain asal Skotlandia tersebut menjadi pemain kunci United. Jadi pada pertandingan ini Solskjaer kehilangan seorang pemain kunci.

Tanpa McTomimay, Solskjaer menaikan Fred dan Andreas Pereira di lini tengah. Kedua pemain tidak mempunyai kemampuan yang cukup baik saat tim sedang dalam posisi tertekan. Mereka gampang sekali kehilangan bola.

Pereira dan Fred juga tidak mampu untuk memberikank kreativitas saat melakukan serangan. Karena itu, Marcus Rashford sempat mengalami kesulitan mendapatkan peluang pada babak pertama, walaupun Sheffield tidak diperkuat oleh John Egan.

Susunan Taktik

Solskjaer secara mengejutkan menggunakan formasi 3-4-3. Dengan absenya sejumlah pemain kunci membuatnya memilih formasi ini. Marcus Rashford, Daniel James dan Anthony Martial menjadi penyerang utama. Namun taktik ini menjadi perfroma yang kurang tajam.

Di babak kedua, Solskjaer mencoba utnuk mengubah wajah timnya. Formasi 3-4-3 diganti dengan 4-3-3. Formasi membuat Manchester United menjadi lebih baik. Lini tengah cukup solid dengan tambahan kekuatan Jesse Lingard.

Hanya saja, dengan menggunakan formasi 4-3-3 terdapat banyak lubang pada lini pertahanan. Apalagi, Fred yang ditunjuk sebagai gelandang bertahan belum mampu untuk tampil sesuai dengan harapan.

Melakukan Pergantian Pemain

Solskjaer melakukan 2 pergantian pemain penting pada babak kedua. Pertama, memasukan Jesse Lingard dan menarik keluar Phil Jones pada menit ke-46. Kedua, memainkan Mason Greenwood untuk menggantikan posisi Andreas Pereira pada menit ke-73.

Lingard mampu untuk membeirkan tenaga di lini tengah dan membuat serangan menjadi lebih variatif pada babak kedua. Sedangkan, Greenwood tampil bagus dan mencetak 1 gol. Pemain 18 tahun memberikan dampak yang besar di lini serang.

Namun, saat Solskjaer memutuskan untuk menggantikan Martial dengan Axel Tuanzebe, strategi ini membuat United nampak kebingungan. Manajer asal Norwegia bermaksud untuk memperkuat lini belakang dengan memainkan bek tengah. Namun strategi ini malah membuat United justru kebobolan.

 

You might also like